December
2009
JUMLAH KUNJUNGAN WISMAN 2009 CAPAI 6,459 JUTA ORANG
Jakarta, 30/12/2009 (Kominfo-Newsroom) – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengatakan, jumlah wisman selama tahun 2009 (hingga 29 Desember 2009) sebanyak 6,459 juta orang atau naik 0,4 persen dari tahun 2008, dengan jumlah devisa mencapai 6,32 miliar dollar AS atau sekitar Rp 65 triliun.
“Namun jumlahnya bisa bertambah karena hari Rabu (30/12) dan Kamis (31/12) kunjungan turis bisa sangat banyak karena mendekati akhir tahun dan untuk menyambut Tahun baru 2010,â€� kata Jero Wacik dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Depbudpar, Jakarta, Rabu (30/12).
Ia mengatakan, jumlah devisa tahun 2009 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 7,5 miliar dollar AS atau hampir Rp 80 triliun.
“Itu memang sudah dipredikasi sejak semula, hal itu seiring dengan terjadinya krisis keuangan di dunia,� katanya.
Dijelaskan, pada tahun 2009, kebanyakan masa tinggal wisman juga lebih pendek disbanding tahun 2008, demikian juga pengeluaran wisman berkurang, karena terjadi pengetatan pengeluaran. Kebanyakan juga turis yang datang berasal daerah kawasan Asia.
Namun demikian, menurutnya, jumlah wisman pada tahun 2009 masih bisa dikatakan sangat baik, apalagi sejak awal tahun 2009, UNWTO telah mengeluarkan peringatan kepada sejumlah lembaga pariwisata dunia bahwa jumlah wisatawan dunia akan mengalami penurunan.
“Bahkan semua negara di dunia dan ASEAN telah melakukan revisi terhadap target wisata,� katanya.
Jero Wacik mengatakan, prestasi yang diraih Indonesia cukup luar biasa dan mampu memenuhi target kunjungan wisman sebanyak 6,4 juta orang pada tahun 2009, sehingga Depbudpar memperoleh penghargaan rekor MURI karena berhasil mencapai jumlah kunjungan iwsman tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Diakuinya banyak pihak pesimistis dengan target Depbudpar sebanyak 6,4 juta wisman yang dinilai tidak realistis, apalagi tahun 2009 merupakan tahun terberat bagi Indonesia, termasuk adanya pesta demokrasi pemilihan umum.
“Penyelenggaraan pemilu diprediksi banyak orang akan terjadi gangguan keamanan luar biasa, apalagi ditambah adanya aksi pemboman hotel di Jakarta,� katanya.
Namun, katanya, ternyata kekhawatiran orang tidak terbukti, justru tahun 2009 target jumlah wisman terlampauai, meski kenaikannya kecil.
Dijelaskan bahwa hampir semua negara ASEAN mengalami penurunan jumlah wisman, misalnya Singapura turun enam persen, Vietnam turun 12 persen dan Tahiland turun delapan persen.
Prestasi lain juga terjadi dalam jumlah kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) yang mencapai 229 juta perjalanan atau naik dari tahun 2008 yang berjumlah 223 juta perjalanan, dengan pergerakan ekonomi senilai Rp 128 triliun atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 123 triliun.
Sedangkan pada 2010, kata Jero Wacik, ia kami menargetkan jumlah wisman sebanyak tujuh juta orang. Target itu mengalami kenaikan delapan persen atau lebih tinggi dari target negara yang hanya 4-5 persen, dengan target raihan devisa sebesar 7 miliar dollar AS atau Rp 70 triliun. (mf/ysoel)











